Negeri Di Atas Awan bernama “Tibet”

Salah satu provinsi di ujung barat daya Republik Rakyat Cina | 中華人民共和國 / 中华人民共和国 | Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó ini disebut-sebut masyarakat dunia sebagai puncak dunia karena letaknya di wilayah Pegunungan Himalaya | हिमालय ‎| himā-laya | Kediaman Salju. Tibet | བོད་ | Bod sendiri merupakan daerah otonomi khusus RRC yang letaknya berdekatan dengan India dan Nepal.

Beri peringkat:

Iklan
Tibet - Sasti
Pemandangan ‘bendera harapan’ yang penuh warna-warni di Tibet. Karya: Sasti Dwi Kartika®

Salah satu provinsi di ujung barat daya Republik Rakyat Cina | 中華人民共和國 / 中华人民共和国 | Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó ini disebut-sebut masyarakat dunia sebagai puncak dunia karena letaknya di wilayah Pegunungan Himalaya |  हिमालय ‎| himā-laya | Kediaman Salju. Tibet བོད་ | Bod sendiri merupakan daerah otonomi khusus RRC yang letaknya berdekatan dengan India dan Nepal. Ngomong-ngomong soal Tibet, apa yang teman-teman pikirkan setelah mendengar daerah bernama Tibet? Puncak Everest? Pegunungan Himalaya? Atau salah satu tokoh filosofisnya, Dalai Lama? Ya, tentu banyak sekali hal-hal menarik mengenai negeri di atas awan ini. Itulah yang akan saya gambarkan dalam catatan perjalanan ini, sebuah perjalanan yang saya lakukan tahun lalu. Berikut ulasannya!

Soal akses dan bagaimana menuju Tibet ada banyak cara untuk pergi kesana. Kalian bisa memilih jalur udara dengan pesawat, naik kereta selama 44 jam atau pun naik mobil selama satu minggu (Ya, benar! Seminggu!). Banyak hal yang membuat orang begitu terobsesi untuk bisa mengunjungi tempat ini dibanding tujuan wisata lainnya di dunia. Misalnya saja ada yang ingin ke Tibet karena ingin mendaki Gunung Everest |  ཇོ་མོ་གླང་མ | Jomo Langma | Ibu Suci yang merupakan puncak tertinggi planet ini. Ada juga yang bercita-cita pergi tempat ini karena keeksotisan alamnya yang tidak bisa di temukan di tempat lain. Alasan lain yang menjadikan begitu banyak orang ingin pergi ke Tibet karena Tibet bertempat di perbatasan antara dua negara yang terkenal akan seni dan peradaban kunonya yaitu India dan Cina. Dataran tinggi Tibet hanya dipisahkan oleh jajaran pegunungan Himalaya di tengahnya. Karena itu tak heran banyak hal yang unik dan menarik yang bisa kita saksikan langsung jika kita mengunjungi destinasi ini.

Saya sendiri termasuk orang yang cukup beruntung bisa mengunjungi Tibet dan emnginap beberapa hari berada di Kota Lhasa | ལྷ་ས་ | lha sa | Tempat Tuhan. Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi untuk bisa pergi ke kota ini, karena seperti para petualang pada umumnya, mungkin yang saya ketahui hanyalah negara-negara Eropa. Namun rupanya Tibet pada akhirnya membuat saya jatuh cinta, terutama pada kota kecil yang bernama Lhasa yang berada di tengah-tengah pegunungan Himalaya. Suasananya, aroma khas, pakaian masyarakat, dan kearifan lokal lainnya yang membuat saya ingin kembali ke kota yang jauh dari hingar-bingar itu. Mengapa demikian? Mungkin sepuluh fakta mengenai Tibet di bawah ini bisa dijadikan rujukan untuk teman-teman sebelum mengunjungi negeri ini dan asalan penting mengapa Tibet layak saya katakan demikian:

  • Tibet di kenal sebagai “negeri di atas awan” . Letaknya berada pada 13.000 kaki di atas permukaan laut dan terletak di dataran tinggi Himalaya, sebuah pegunungan yang sambung-menyambung dan berada di antara India, Nepal, dan Cina. Kendati demikian, Tibet memiliki salah satu danau, jalur kereta api, jalan, dan terowongan terindah di dunia
  • Karena letak geografisnya yang demikian, tak heran jika udara di Tibet memiliki 40% lebih sedikit kandungan oksigen. Tidak heran bila sedang jalan kaki atau menaiki anak tangga di Tibet terasa cepat lelah dan harus pintar-pintar mengolah napas. Eits! Tidak usah khawatir, karena di sana banyak yang menjual tabung oksigen apabila membutuhkan.
  • Tibet benar-benar unik. Masyarakatnya yang hidup dalam kesederhanaan, memegang teguh adat istiadatnya padahal lingkungannya sudah modern.
Istana Potala yang megah dan menjulang di pegunungan. Karya: Xiquinho
  • Cara orang Tibet berdoa sangat unik bagi orang-orang awam seperti kita. Peziarah datang mengunjungi Istana Potala |  ཕོ་བྲང་པོ་ཏ་ལ་ | pho brang Potala untuk berdoa, tak lupa mereka memutar roda gerak agar doa mereka di kabulkan. Mereka berdoa dengan menelungkupkan badan. Tidak hanya anak muda, bahkan banyak orang tua yang berdoa di sekitaran Jalan Bakhor meskipun cara jalannya sudah terbongkok-bongkok.
  • Bersiap-siaplah karena di Tibet cukup banyak ‘pengemis’. Banyak dari mereka yang berdoa sambil meminta uang kepada wisatawan.
  • Kita dapat berjalan kaki ke Istana Potala, yaitu istana kerajaan yang sangat amat megah di sana. Berada di ketinggian 3.600 di atas permukaan laut. Dulunya tempat ini ditinggali para Dalai Lama. Yang membuatnya semakin indah ialah ketika malam hari lampu-lampu sekitarnya dinyalakan, cahaya temaram di gelapnya malam bermunculan.
  • Perjalanan kereta yang saya tempuh mencapai 44 jam sangat melelahkan sekaligus juga menyenangkan. Saya yang memilih kursi tipe hard-seat memang sangat kelelahan, di tambah lagi orang-orang lokal menganggap saya seperti orang asing, melihat kami dengan tatapan penasaran. Awalnya mungkin terasa menganggu, namun berjalannya waktu, kami dapat beradaptasi. Tukar-menukar mata uang hingga makanan. Lucunya kami hanya berkomunikasi melalui gerakan tangan saja alias bahasa tubuh atau bahasa Tarsan.
Seekor yak di tepi Danau Yamdrok. Karya: Dennis Jarvis
  • Apabila kita pergi ke arah Shigatse / Xigazê | གཞིས་ཀ་རྩེ་གྲོངgzhis ka rtse yaitu kota terbesar kedua di Tibet atau pergi menuju ke Kemah Induk Everest | Everest Base Camp (EBC), maka kita akan disuguhkan pemandangan perbukitan yang bentuknya besar-besar dan terdapat danau yang membentang luas bernama Danau Yamdrok | ཡར་འབྲོག་གཡུ་མཚོ་ | yar-‘brog g.yu-mtsho. Pemandu wisata kami mengatakan bahwa danau tersebut menghubungkan Tibet dan India.
  • Lhasa yang merupakan kota terbesar pertama di Tibet memiliki banyak kuil,banyak biksu dan di salah satu perbukitan tertinggi di kota terdapat ‘Flag Hope’ atau ‘Bendera Harapan’. Saya menyebutnya seperti itu karena saya merasa banyak harapan yang terpatri pada bendara-bendera itu.
  • Banyak polisi di setiap saya akan memasuki sebuah kota baru. Tidak heran karena Tibet yang merupakan wilayah konflik. Pengamanan yang ketat tidak hanya berlaku untuk wisatawan bahkan juga untuk warga lokal. Untuk meminta izin masuk ke kota baru, beberapa meter sebelum masuk kota, pemandu wisata saya turun dari mobil, berjalan kaki, melewati pos polisi, dan nanti berjumpa lagi di dalam kota.

Sasti Dwi Kartika lahir di Jakarta, 27 Agustus 1995, saat ini masih menempuh kuliah di Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Hobi berpetualangan, menjelajah, dan juga fotografi. Kunjungi dan ikuti akun Instagramnya di sastikrtk.



Lisensi Creative Commons
Tulisan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-TanpaTurunan 4.0 Internasional.

Penggunaan Kata Mandarin, Tionghoa, Tiongkok, Cina, dan China

Kelima kata berikut Mandarin, Tionghoa, Tiongkok, China, dan Cina kadang menimbulkan kebingungan tersendiri bagi penutur bahasa Indonesia. Sering kali penggunaan kelima kata itu sering tertukar.

Mandarin

Kata Mandarin dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Melayu, Mandarin, yang menyerap balik kata mandarim (diucapkan: PT /mɐ̃.dɐ.ˈɾĩ/ atau PT-BR /mɐ̃.da.ˈɾĩ/) dari bahasa Portugis yang sebenarnya juga diserap dari bahasa Melayu mantari yang sepertinya merupakan bentuk lain dari menteri atau mantri atau manteri. Dalam KBBI, kata Mandarin memiliki tiga arti, yaitu:

  1. pejabat dalam kekaisaran Cina
  2. nama yang diberikan pada bahasa utama di negeri Cina, dipakai di sekitar Beijing, merupakan bahasa standar bagi negeri itu
  3. jeruk garut; jeruk siam, Citrus mobilis

Kata menteri sendiri diserap dari bahasa Sanskerta yaitu मन्त्रिन्  | maṃtrin yang berarti bijak, menteri atau penasihat. Dalam perkembangannya, kata Mandarin ini merujuk ke dua hal berbeda pertama yaitu Mandarin sebagai bahasa nasional Republik Rakyat Cina, Taiwan, dan Singapura. Yang kedua yaitu sebagai rumpun keluarga Cina Mandarin yaitu rumpun keluarga bahasa Cina di bagian Utara dan Barat Daya.

Peta persebaran keluarga bahasa Cina Mandarin dengan 8 subdialeknya yaitu: dialek Beijing | 北京官話 / 北京官话 | Běijīng Guānhuà, dialek Ji-Lu | 冀魯官話 / 冀鲁官话 | Jì-Lǔ Guānhuà, dialek Jianghuai | 江淮官話 / 江淮官话 | Jiānghuái Guānhuà, dialek Jiao-Liao | 膠遼官話 / 胶辽官话 | Jiāo-Liáo Guānhuà, dialek Lan-Yin | 蘭銀官話 / 兰银官话 | Lán-Yín Guānhuà, dialek Dongbei | 東北官話 / 东北官话 | Dōngběi Guānhuà, dialek Xinan | 西南官話 / 西南官话 | Xīnán Guānhuà, dialek Zhongyuan | 中原官話 / 中原官话Zhōngyuán Guānhuà

Bahasa Mandarin juga disebut secara berbeda di beberapa negara:

  • 普通話  / 普通话 |Pǔtōnghuà yang berarti bahasa umum di Republik Rakyat Cina
  • 國語 / 国语 | Guóyǔ yang berarti bahasa negara di Taiwan atau Republik Cina
  • 華語 / 华语Huáyǔ yang berarti bahasa orang Cina atau Hua biasanya dipergunakan di Singapura, Malaysia dan Filipina
  • 漢語汉语 | Hànyǔ yang berarti bahasa suku Han, dipergunakan di beberapa komunitas Cina semisal di Amerika Serikat dan juga buku pelajaran bahasa Mandarin di Indonesia

Tionghoa dan Tiongkok

Kata Tionghoa中華 / 中华Tiong-hôa, dibaca Zhōnghuá dalam bahasa Mandarin, berasal dari bahasa Hokkian |  福建話 / 福建话 | Hok-kiàn oē dialek Amoy | 廈門話 / 厦门话 |  Ē-mn̂g-ōe / Ē-mûiⁿ-ōa.  Kata ini berarti negara dari bangsa Cina. Sekarang dipakai sebagai kata sifat dan merujuk kepada bahasa, orang, dan juga budaya dari negeri Cina.

Kata Tiongkok中國 / 中 国 | Tiong-kok, dibaca Zhōngguó dalam bahasa Mandarin, berasal dari Hokkian dialek Amoy. Kata ini berarti Negeri Tengah atau Cina. Kata ini sekarang dipakai sebagai kata benda untuk negara Cina.

Kedua kata di atas dipakai lagi dalam pemerintahan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2014 yang memutuskan dicabutnya Surat Edaran Presidium Kabinet Ampera Nomor SE-06/Pred.Kab/6/1967 tanggal 28 Juni 1967. Sehubungan dengan hal itu, maka dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, penggunaan istilah orang dari atau komunitas Tjina/China/Cina diubah menjadi orang dan/atau komunitas Tionghoa, dan untuk penyebutan negara Republik Rakyat China diubah menjadi Republik Rakyat Tiongkok.

Sumber: Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2014

Cina dan China

File:Cin Shihhuang Shaanxi statue.jpg
Patung Kaisar Qin di daerah Shaanxi | 陕西 | Shǎnxī. Karya: Nat Kreuse. Sumber: Wikimedia Commons

Berasal dari bahasa Sanskerta चीन cīna /c͡çiːnə/ dan nampaknya merupakan serapan dari kata  | Qín, nama dinasti dan kaisar pertama dari dinasti tersebut yang pernah berkuasa di Cina Daratan yaitu Dinasti Qin秦朝 |  Qín Cháo pada tahun 221–206 S.M. Teori lainnya menyebutkan kata ini berasal dari  / | Jìn yang juga merupakan nama dinasti yang berkuasa pada tahun 265–420 M. Kekejaman Kaisar Qin | 秦始皇 | Qín Shǐ Huáng, yang seorang penganut faham legalisme法家 | Fǎjiā dan sangat menentang konfusianisme儒家 | Rújīa dengan membakar buku-buku bertema konfusianisme serta menghancurkan pondasi konfusianisme pada masa kekuasaannya, dijadikan alasan yang menyulut pendapat bahwa kata Cina dianggap merendahkan.

Pendapat lain juga menyebutkan jika kata Cina dianggap merendahkan karena pengaruh Jepang pada masa Perang Cina-Jepang. Awalnya, kata Shina | 支那Zhīnà dalam bahasa Jepang dipakai untuk merujuk Cina. Kata ini diserap dari bahasa Cina yang dipakai ada masa Dinasti Qing dan berasal dari bahasa Sanskerta untuk merujuk Cina. Catatan pertama pengguna kata zhina dalam buku Cina yaitu dari puisi Kaisar Xuanzhong | 玄宗Xuánzōng dari Dinasti Tang | 唐朝 | Táng Cháo dalam buku berjudul “Buku Bertema Bahasa Sanskerta” | 題梵書 / 题梵书 |  Tí Fàn Shū.

《題梵書》            |  “Tí Fàn Shū
毫立蛇形勢未休,  |  háo lì shé xíngshì wèi xiū,
五天文字鬼神愁。  | wǔ tiān wénzì guǐshén chóu.
支那弟子無言語,  | Zhīnà dìzǐ wú yányǔ,
穿耳胡僧笑點頭。  | chuān’ěr húsēng xiào diǎntóu.
Sumber: New Thoughts on an Old Controversy: Shina as a Toponym for China 

Secara berangsur-angsur dikarenakan pengaruh perang, maka masyarakat Cina menganggap kata ini merendahkan karena pada masa itu saat Cina mempergunakan istilah 中華民國 / 中华民国 | Zhōnghuá Mínguó, sedangkan Jepang mempergunakan 支那共和國 / 支那共和国 | しな  きょうわ こく / Shina Kyōwakoku untuk penyebutan istilah yang sama.

Sanetō Keishū | 實藤 惠秀 | さねとう けいしゅう  menyimpulkan penolakan penggunaan Chūgoku中國 / 中国ちゅう くに / Zhōngguó oleh pemerintah Jepang pada masa itu dikarenakan empat faktor berikut: (1) kata Chūgoku yang berarti pusat dunia dianggap suatu keangkuhan; (2) toponimi yang paling terkenal untuk Cina dalam bahasa Jepang yaitu Shina | 支那 | しな;  (3) kata Shina serupa dengan kata China yang diserap sebagai padanan untuk nama internasionalnya; (4) Jepang sendiri mempunyai Wilayah Chūgoku中国地方ちゅうごく ちほう / Chūgoku Chihō yang bisa menimbulkan kerancuan tersendiri jika tetap mempertahankan penggunaan Chūgoku.

Wilayah Chūgoku terdiri dari Prefektur Hiroshima 広島県 | ひろしま​けん / Hiroshima-ken, Prefektur Okayama | 岡山県 | おかやまけん Okayama-ken, Prefektur Shimane島根県 | しまね​けん / Shimane-ken, Prefektur Tottori | 鳥取県とっとり​けん / Tottori-ken, dan Prefektur Yamaguchi山口県 | やまぐちけん / Yamaguchi-ken.
Sumber: New Thoughts on an Old Controversy: Shina as a Toponym for China 

Dalam bahasa Indonesia, kata Cina terserap dari bahasa Melayu dan bahasa daerah lainnya serta banyak dipergunakan dalam ragam makanan, tumbuhan, perkakas, dan binatang, semisal: bambu cinabawang cina, bidara cina, kacang cinalimau cina, merah cinapacar cina, petai cina, tahu cina, talas cina, dan tinta cina. Kata China sendiri diserap dari bahasa Inggris untuk menghindari penyebutan Cina yang dianggap derogatif serta menghindari kata yang dianggap kuno yaitu Tiongkok dan Tionghoa. Kata China dipakai untuk menyebut bahasa dan negara Cina dengan pelafalan sama seperti versi bahasa Inggrisnya /ˈt͡ʃaɪnə/ atau /ˈt͡ʃ(ʰ)aɪ̯nə/. Penggunaan kata China sendiri dalam bahasa Indonesia dianggap tidak taat asas karena pelafalan yang keinggrisan. 

Kesimpulan

Dari berbagai penjelasan di atas kata Cina sebenarnya lebih sesuai dipergunakan untuk menyebut negara dan bangsa, namun jika ingin mempergunakannya dalam dokumen pemerintahan Republik Indonesia kata yang resmi yaitu Republik Rakyat Tiongkok dan komunitas Tionghoa bisa dipergunakan. Khusus bahasa tidak bisa mempergunakan bahasa Tionghoa karena rancu dan bahasa yang dimaksud juga tidak jelas, lebih aman mempergunakan bahasa Mandarin jika memang merujuk bahasa nasional di RRC, Taiwan, dan Singapura; bahasa daerah di Cina lainnya disebutkan sesuai penamaan lokal. Bahasa Cina bisa dipakai untuk menyebutkan bahasa yang dipertuturkan di Cina Daratan dan wilayah Taiwan, namun tidak bisa diartikan sebagai bahasa nasional. Bahasa Mandarin lebih cocok dipergunakan untuk menyebut bahasa nasional dari RRC, Taiwan, dan Singapura.

Perhatikan juga bahwa Republik Indonesia menganut Kebijakan Satu Cina | 一個中國政策 / 一个中国政策 | Yī gè Zhōngguó Zhèngcè, artinya negara Republik Rakyat Cina atau Tiongkok | 中華人民共和國 / 中华人民共和国 | Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó diakui secara sah sedangkan Republik Cina atau Taiwan | 中華民國 / 中华民国ㄓㄨㄥ ㄏㄨㄚˊ ㄇㄧㄣˊ ㄍㄨㄛˊZhōnghuá Mínguó tidak diakui sebagai negara yang berdiri sendiri namun antara Republik Cina dan Republik Indonesia mempunyai hubungan informal dengan perwakilan Kamar Dagang Indonesia (KADIN) sebagai perantara hubungan diplomatik di Taiwan; begitu juga perwakilan Kamar Ekonomi dan Dagang Taipei | Taipei Economic and Trade Office (TETO) |  駐印尼台北經濟貿易代表 / 驻印尼台北经济贸易代表ㄓㄨ˙ㄧㄣㄋㄧ˙ㄊㄞㄅㄟ˙ㄐㄧㄥㄐㄧ˙ㄇㄠㄧ˙ㄉㄞㄅㄧㄠ˙ / Zhù Yìnní Táiběi Jīngjì Màoyì Dàibiǎo sebagai perantara hubungan diplomatik di Jakarta.